Saturday, April 29, 2006

=> E M O S I <=

Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.

Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu
ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores.

Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit.
Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari- jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?"

Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas! Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.
Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil
tindakan.
Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu
dengan lainnya.

Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau
tidak
akan
ada waktu untuk mencintainya

waktu tidak dapat kembali....
hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat
di backward dan Forward.........
HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP
saja....

jangan sampai kita melakukan kesalahan yang
dapat membayangi kehidupan kita
kelak.........

yang menjadi sebuah inti hidup adalah "HATI"
hati yang dihiasi belas kasih dan cinta
kasih.....
CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita
yang sesungguhnya.........

Tersentuhkah hati anda?
klo YA, artinya anda masih mempunyai HATI
Forward lah Post Bulletin ini......
Pengalaman orang lain dapat menjadi hikmah
bagi
kita.... dan jangan sampai kesalahan orang
lain
kita ulangi juga..........
KIRIMKAN kepada temen2 anda agar mereka juga
dapat membagikannya kepada temen2
lainnya.....

=> U N T I T L E D <=


Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang,
tetapi tidak dicintai olehnya.
Tetapi lebih indah untuk mencintai
daripada tidak pernah menemukan keberanian
untuk memberitahu mereka apa yang kamu rasakan.

Hanya perlu
satu menit untuk menghancurkan seseorang,
satu jam untuk menyukai seseorang,
satu hari untuk mencintai seseorang
tetapi membutuhkan seumur hidup untuk
melupakan seseorang.

Mungkin TUHAN menginginkan
kita untuk bertemu dengan orang
yang tidak tepat sebelum bertemu
dengan orang yang tepat.
Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat,
kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut.

Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan,
kesabaran, dan romantis dalam suatu hubungan
dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah
ketika kamu bertemu seseorang
yang sangat berarti bagimu.
Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya
menjadi tidak berarti dan
kamu harus membiarkan dia pergi.

Ketika pintu kebahagiaan tertutup,
yang lain terbuka.
Tetapi kadang-kadang,
kita menatap terlalu lama pada pintu
yang telah tertutup itu sehingga
kita tidak melihat pintu lain
yang telah terbuka untuk kita.

Teman yang terbaik adalah
teman dimana kamu dapat duduk bersamanya,
merasa terbuai dan
tidak pernah mengatakan apa-apa
dan kemudian berjalan bersama.
Perasaan seperti itu
adalah percakapan termanis
yang pernah kamu rasakan.

Benarkah bahwa kita tidak tahu
apa yang kita dapatkan
sampai kita kehilangan itu??
Tetapi benar juga bahwa kita tidak tahu
apa yang hilang sampai itu ada.

Memberikan seseorang semua cintamu,
tidak pernah menjamin bahwa mereka akan
mencintai kamu juga!!!

Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan,
tunggulah sampai itu tumbuh didalam hati
mereka.
Tetapi jika tidak, pastikan itu tumbuh didalam
hatimu.

Ada hal yang sangat ingin
kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu
dengar dari orang yang dari mereka
kamu ingin dengar. Tetapi jangan sampai kamu
menjadi tuli walaupun kamu
tidak mendengar itu dari seseorang yang
mengatakan itu dari hatinya.

Jangan pernah berkata selamat tinggal jika
kamu
masih ingin mencoba.
Jangan menyerah selama kamu merasa masih
dapat maju.
Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai
orang itu lagi,
bila kamu tidak bisa membiarkannya pergi.

Cinta datang kepada orang yang masih
mempunyai harapan walaupun mereka
telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih
percaya, walaupun mereka
telah dikhianati . Kepada mereka yang masih
ingin
mencintai, walaupun mereka
telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka
yang mempunyai keberanian dan
keyakinan untuk membangun kembali
kepercayaan.

Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu.
Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang.
Datanglah kepada seseorang yang dapat
membantumu tersenyum,
karena sebuah senyuman dapat membuat hari
yang gelap menjadi cerah.
Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang
yang dapat membuatmu tersenyum.

Ada saat didalam kehidupanmu dimana kamu
sangat merindukan seseorang,
kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu
dan
benar2 memeluk dia.
Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi
tentang
dia, yang berarti mimpilah
apa yang ingin kamu impikan, pergilah kemana
kamu ingin pergi,
jadilah sesuai keinginan kamu,
karena kamu hanya hidup sekali dan satu
kesempatan
untuk melakukan apa yang kamu inginkan.

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan
untuk membuat kamu bahagia,
cukup cobaan untuk membuat kamu kuat,
cukup penderitaan untuk membuat kamu
menjadi
manusia yag sesungguhnya, dan
cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.

Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain.
Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan
kamu,
mungkin itu menyakitkan orang itu juga.

Saturday, April 22, 2006

P E N D A K I

Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan
perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner(pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat,persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.

Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan,tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan
disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.

Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah,tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. ia ! tak tahu dimana ia berada. Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.

Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong tali itu.... potong tali itu. Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan?
Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara
dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku
bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa...

Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal Tubuh itu tampak membeku, dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....

Teman, mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter.
Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya
terhalang.

Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi
hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban,masalah,
hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering
mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh
kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus,tanpa perlu menanjak,
agar kita terbebas dari semua halangan itu?

Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti pisau-pisau yang terus diasah. Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan itu,ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.

Ya, asal kita percaya. Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, sehingga mampu membuat kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik?
Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?
Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam kalbumu. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan itu.Teman, percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang
Pencipta dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah,
gali, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah
percaya, maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.

Hadiah Sang Ayah

Seorang pemuda sebentar lagi akan diwisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payahnya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.
Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci ! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Alkitab yang bersampulkan kulit asli, dikulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yaahh... Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku ? " Lalu dia membanting Alkitab itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya. Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Alkitab itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Alkitab itu, dan mulai membuka halamannya.
Di halaman pertama Alkitab itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, "Dan kamu yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, bagaimana Bapa-mu yang di
sorga akan memberikan apa yang kamu minta kepada-Nya ?"
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Alkitab itu. Dia memungutnya,.... sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu. Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang
tersenyum bangga. Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati........
HOW MANY TIMES DO WE MISS GOD'S BLESSINGS BECAUSE WE CAN'T SEE PAST OUR OWN DESIRES ??