Monday, September 26, 2005

Bapa Tahu yang kita harapkan

“Bapamu yang di Surga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu” Mat 6:32

Kerap kali dalam hidup ini kita tidak menerima apa yang kita inginkan dan itu sering membuat kita kecewa, sedih bahkan marah kepada Tuhan.
Perjalanan hidup kemudian menyadarkan saya bahwa keinginan kita tidak selalu sama dengan keinginan Tuhan. Terkadang Tuhan memang tidak langsung memberi, bahkan tidak memberikan apa yang kita inginkan. Namun Dia selalu memperhatikan kebutuhan (keperluan) kita. Bukankah apa yang kita inginkan tidak selalu sama dengan apa yang kita butuhkan?

Saya pernah menerima sebuah sms yang indah mengenai hal ini “God Answers the prayers on the three ways. He says Yes and He gives what you want. ”

Kekuatan Pikiran

Pernahkah anda suatu ketika membuat komitmen untuk bangun pagi pada saat tertentu, dan memang ternyata anda terbangun pada jam yang anda inginkan tanpa bantuan jam beker?? Itulah salah satu kekuatan pikiran bawah sadar.

Tuhan telah memberikan satu kekuatan mahadahsyat kepada manusia (kekuatan pikiran bawah sadar) yang jika kita kembangkan akan sangat besar manfaatnya. Salah satu cara mengembangkan kekuatan ini adalah dengan teknik visualisasi, yakni dalam keadaan rileks kita membayangkan diri kita telah mencapai impian kita. Saya pernah berkali-kali mempaktikan teknik ini dan terbukti berhasil.

Hati yang gembira adalah obat

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang (Amsal 17:22)

Orang sering mengira, kegembiraan berasal dari sesuatu diluar dirinya atau tergantung keadaan. Itu semua sama sekali keliru. Kegembiraan terletak didalam hati. Kegembiraan adalah sebuah sikap yag bisa kita pilih.

Dua pemuda bangun pagi dan melihat cuaca mendung. Yang satunya langsung uram dan berkata, “Payah hari ini mendung lagi”. Namun beda dengan temannya, begitu ia terbangun, ia berkata dan mengucap syukuru kepada Tuhan “Terima Kasih Tuhan, Karena hari ini saya tidak perlu mengalami panas terik”

Sikap syukur akan melahirkan kegembiraan dan membuat kita lebih bersemangat dalam mengarungi kehidupan ini. Anda pilih yang mana??

Sunday, September 25, 2005

KAMANUNGSANING URIP

KAMANUNGSANING URIP
(Hidup Sejati dan Sejatinya Hidup)


Berawal dari dua ujud yang secara nyata diilustrasikan sebagai SATRIA atau sosok yang hidup sebagai PENGUASA KEKOSONGAN, yang telah ditakdirkan hampir sempurna atau tanpa cacat. Walaupun kenyataannya berbeda dalam tunggangan hidupnya, namun mereka tetap dan selalu bekerja sama serta saling berikrar tentang hakikat kodrati.
Setelah berjalannya waktu, kenyataan itu menjadi tidak sama lagi dengan harapan rakyat semula. Demikian pula kehormatan dan kepercayaannya sebagai kepanjangan tangan rakyat tidak dapat lagi menjadi benteng kekuatan dan keberaniannya layu serta tidak lagi memiliki apresiasi. Yang terjadi bahkan munculnya ketergantungan oleh rasa takut menuai tabir alam bawah sadar kegelapan.
Waktupun berjalan sangat cepat dan beban menjadi semakin berat, sehingga pada suatu saat terjadi gayung bersambut dengan kekhasan yang ada berubah menjadi kemunduran yang sangat kontras dari pendekatan awal sebagai satria sejati. Didorong dan dibakar oleh bunga, madu, racun, pemikiran dan keyakinan yang semu, maka sejarah hanya cerita tentang pelanggaran batasan dinding yang kuat menjadi sebuah kisah kepahlawanan. Peran sebagai satria sejati tidak lagi nampak, yang terjadi adalah sebuah misteri perujukan hati nurani lawan atau kawan dianggap sama.
Kini, sekarang ini: “TEPI KEHIDUPAN” mulai dicari. Siapa dan Apa “KEMASYURAN” itu ?... Banyak cara untuk meraba dan menerka. Lalu “DRAMA KEHIDUPAN INI AKAN TERJADI SAMPAI KAPAN ?...........


MEMBUKA MISTERI DRAMA KEHIDUPAN.
TEPI KEHIDUPAN
Penciptaan yang ada dalam kehidupan seringkali diasumsikan sebagai “SEBAB – AKIBAT” dengan dua batasan yang pasti. Kisah awal perwujudan manusia yang hidup dalam kehidupan dengan proses mata rantai yang penuh dengan misteri. Siapa dan apa yang menjadi simbol kehidupan manusia?.......Batas-batas itu seringkali kita ketahui dialam semesta ini, sebagai, pribadi individu, keluarga, desa, kota, daerah, bukit, gunung, danau, laut, dan sebagainya.
BENIH TAKDIR
Kita, sebagai manusia secara kodrat alam, mempunyai keinginan dalam kesadaran yang selalu tak pernah berhenti. Seringkali terjadi kita membuat contoh sebagai pribadi individu menunjukkan bahwa: HITAM itu PUTIH, dan PUTIH itu HITAM.
CAHAYA dan MENDUNG
Seringkali menganggap bahwa “Akunya sebagai AKU, bukan DIA”. Pernyataannya memunculkan guntur ditengah terik matahari siang bolong. Ketika itu alam bawah sadar kegelapan telah menguasai jiwanya dan bersamaan dengan kejadian itu pintu gerbang kesatrian bergerak mundur menguasai waktu. Walaupun hukuman sudah diketahui dan akan datang, tetapi kekokohan masih tetap berdiri, belum juga bergeming, seakan tiang pasak bumi itu menancap pasti.
TAHTA KOSONG
Kita, sebagai manusia secara kodrat alam, mempunyai keinginan untuk mengetahui tentang apa yang terjadi sekarang ini, maka muncullah berbagai keramaian disana-sini. Dalam banyak ragam, keramaian itu dijadikan sebuah perenungan sebagai makna hakiki dan talenta sebagai kekurangan, tatkala kesulitan sedang dan telah memotong lintasan altar tahta sebuah kekuatan.

Pada akhirnya, tabir misteri kehidupan ini mempunyai cakupan dan pesan moral, bahwa: Keseimbangan hidup yang baik sebaiknya harus disesuaikan dengan tuntutan hati nurani. Jika terjadi ketidaksesuaian sebaiknya beriktiar kearah peningkatan kebaikan, bukan takut dan malah mundur ke alam bawah sadar kegelapan.
Penulis berharap bahwa, kita semua yang telah mengetahui misteri ini dan memahami pesan moralnya, dapat menjadi contoh dan memperbaiki lingkungan masing-masing menjadi lebih baik. Marilah kita lakukan dan seraya berdoa: semoga setiap perubahan yang kecil dari kita sebagai individu pengubah, akan mempengaruhi peningkatan perubahan yang besar bagi yang lain, agar bangsa dan negara kita dapat bertumbuh lebih baik. Amien.

Monday, September 12, 2005



JIKA Ia SeBUaH C I N T A
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..

jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...